Dalam perjalanan umroh, kita seringkali diingatkan oleh kisah siti hajar? Lalu apa hikmah dari kisah siti hajar seorang ibu yang penuh pengorbanan mengukir sejarah dalam Islam. Yuk simak penjelasannya berikut ini.
Siti Hajar merupakan seorang ibu yang penuh pengorbanan, keteguhan, dan tawakal ketika ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS suaminya yang saat itu mendapatkan perintah dari Allah SWT.
Kisah Siti Hajar dijadikan sebagai salah satu rangkaian aktivitas saat melaksanakan umroh maupun haji. Dari kisah Siti Hajar pula, menjadi hikmah bagaimana perempuan yang berusaha untuk anaknya tanpa rasa takut dan penuh harapan dalam menghadapi ujian berat sejak awal kehidupannya.
Berikut ini tentang kisah Siti Hajar yang berhasil mengukir sejarah dalam Islam.
Siti Hajar Seorang Ibu Penuh Pengorbanan

Siti Hajar merupakan sosok perempuan cantik, mulia, dan sabar. Ia adalah istri Nabi Ibrahim AS dan seorang ibu dari Nabi Ismail AS. Kisah Siti Hajar bermula ketika berkunjung ke Mekkah, tanah yang dikenal tandus dan jauh dari sumber air.
Saat itu, Ketika di Mekkah, Siti Hajar ditinggalkan oleh suaminya Nabi Ibrahim AS sebab mendapatkan perintah dari Allah SWT. Siti Hajar merelakan suaminya pergi dan selalu berpegang teguh pada Tuhannya. Ia percaya akan mendapatkan perlindungan dari Allah SWT ketika suaminya bertugas.
Hingga akhirnya Siti Hajar dan Nabi Ismail (anaknya) ditinggalkan di tanah gurun yang panas. Bahkan ia tidak pernah kehilangan iman dan kesabarannya. Dalam perjalanannya pun Siti Hajar menghadapi cobaan kehausan di tengah padang pasir yang tandus.
Menelusuri kisah Siti Hajar, kita banyak menemukan hikmah salah satunya pengorbanan dan perjuangan dari seorang Ibu yang rela untuk mencari air ketika berada di tengah padang pasir yang tandus.
Ujian Iman dari Allah untuk Siti Hajar
Kisah Siti Hajar ketika Allah memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk melakukan perjalanan ke Mekkah. Disana tidak ada pohon, air, dan penduduk. Bahkan di Mekkah hanya ada pasir, batu, dan panas yang menyengat.
Siti Hajar ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim dengan rasa kehausan. Penuh ketekunan, Siti Hajar mencari air dan berlari bolak balik antara Bukit Shafa dan Bukit Marwah untuk mendapatkan air. Saat itu pula Nabi Ismail juga merasakan kehausan.
Saat bekal habis dan air susu tidak lagi mengalir, Ismail kecil menangis kehausan. Siti Hajar tidak tinggal diam. Ia berlari naik ke Bukit Shafa, menajamkan pandangan mencari tanda kehidupan, lalu turun dan naik ke Bukit Marwah, tetap tanpa menemukan apa pun. Ia mengulanginya hingga tujuh kali, berlari bolak-balik dengan cemas, tetapi hati tetap menggantungkan harapannya kepada Allah SWT.
Perjalanan dari Siti Hajar yang melakukan perjalanan dari Shafa hingga Marwah bolak balik ini saat ini disebut dengan sa’i. Sa’i merupakan salah satu dalam rangkaian ibadah umroh dan haji.
Dalam pelaksanaannya jamaah berlari – lari kecil antara shafa dan marwah. Gerakan sa’i yang dilakukan jutaan jamaah haji dan umrah setiap tahun adalah pengulangan atas langkah-langkah dari perjalanan kisah Siti Hajar. Allah mengabadikan momen itu dalam Al-Qur’an sebagai bagian dari syiar agama, menandakan bahwa perjuangan seorang ibu yang berlari demi keselamatan anaknya layak dijadikan ibadah sepanjang zaman.
Baca Juga: Bagaimana Memanfaatkan Waktu di Mekkah dan Madinah untuk Memperdalam Iman
Munculnya Zamzam Jawaban Atas Pengorbanan Siti Hajar
Puncak Kisah siti Hajar terjadi ketika perjalanan antara bukit Shafa dan Marwah saat ia mencari air. Di tengah kelelahannya dan atas izin Allah dari dekat tempat Ismail menghentakkan tumitnya memancarkan air yang jernih.
Siti Hajar bergegas menampungnya sambil berkata “zam zam” (berkumpullah), hingga air itu mengalir deras dan tidak pernah kering sampai hari ini. Sumur Zamzam menjadi sumber kehidupan bagi Mekkah, dan hingga kini menjadi salah satu bagian penting dari perjalanan haji dan umroh.
Kisah Siti Hajar ini menggambarkan keseimbangan antara usaha dan pertolongan Allah SWT. Ia tidak hanya berdoa, tetapi juga berusaha mendapatkan air dengan berlari – lari dari bukit Shafa dan Marwah serta berikhtiar semaksimal mungkin. Baru setelah ikhtiar maksimal dilakukan, pertolongan Allah datang dengan cara yang tidak terbayangkan. Zamzam adalah simbol bahwa usaha seorang ibu yang ikhlas mampu menghadirkan keberkahan bagi generasi setelahnya dan bagi seluruh umat.
Hikmah dari Kisah Siti Hajar
Siti Hajar merupakan sosok ibu yang memiliki kekuatan iman tidak perlu diragukan lagi. Siti Hajar meskipun ditinggalkan suaminya untuk bertugas namun tetap memiliki keteguhan hati untuk percaya kepada Allah SWT. Dari perjalanan kisah Siti Hajar terbukti bahwa kesabaran dan usaha memunculkan mukjizat yaitu sumber air zam zam yang ada hingga saat ini.
Perjalanan kisah Siti Hajar membawa pealajaran hidup. Berikut ini hikmah dari kisah Siti Hajar:
1. Seorang Istri yang Tawakal dan Cerdas
Kisah siti Hajar membawa kita untuk selalu tawakkal bukan pasrah tanpa usaha. Melainkan kepasrahan setelah yakin bahwa semua ini merupakan jalan yang Allah berikan kepada umatnya.
Siti Hajar selalu berusaha dan berdoa di tanah Mekkah yang tandus. Kesabaran dan tawakkal Siti Hajar dalam menghadapi cobaan perlu kita teladani bahwa dengan ketidakputusasaan dan tetap bertahan dengan keyakinan akan memberi jalan keluar dari suatu masalah.
2. Iman Kepada Allah
Kisah Siti Hajar membawa hikmah bahwa sebagai umat sudah seharusnya mengimani Allah. Siti Hajar percaya bahwa Allah memiliki rencana baik dan memberi solusi terbaik. Tentunya dengan keteguhan hati dan tidak boleh tergoyahkan oleh situasi atau kondisi apapun dalam menjalanlkan ibadah dan berdoa meskipun berada dalam keadaan yang sulit.
3. Bentuk Ikhtiar yang tidak terhenti
Kisah Siti Hajar dalam perjalanan dari Shafa ke Marwah untuk mencari air bolak balik selama tujuh kali merupakan bentuk ikhtiar mendapatkan air. Hal ini juga mengajarkan bahwa hidup, keberkahan seringkali datang setelah seseorang bertahan sedikit lebih lama dari rasa lelahnya.
Perjalanan dari Siti Hajar saat ini dijadikan dalam rangkaian ibadah umroh yaitu Sa’i. Disini kita belajar agar tidak mudah putus asa.
Kisah siti Hajar adalah kisah tentang seorang ibu yang rela ditinggal di padang tandus, berlari hingga kehabisan tenaga, tetapi tidak pernah berhenti percaya bahwa Allah SWT dalam menjaga dia dan anaknya. Pengorbanannya tidak hanya menyelamatkan Ismail, tetapi juga menghidupkan kota Mekkah, melahirkan mata air yang tak pernah kering, dan menjadi bagian tak terpisahkan dari rukun haji dan umroh.
Baca Juga: Bolehkah Berumroh dengan Niat Membayar Hutang atau Memohon Rezeki?
Saat kita melaksanakan umroh ataupun haji, kita akan melaksanakan kegiatan sa’i di antara Shafa dan Marwah, atau meminum Zamzam yang sejuk, sebenarnya kita sedang menyentuh jejak langkah dan air mata perempuan mulia ini.
Semoga dengan kisah Siti Hajar dapat menjadi renungan untuk meneladani sikap keteguhan, keberanian, dan tawakkal meskipun lelah namun tetap berharap bahwa akan ada mukjizat dari Allah SWT.
Demikian penjelasan tentang kisah Siti Hajar seorang ibu yang penuh pengorbanan mengukir sejarah dalam Islam. Semoga dari penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Merasakan kisah perjalanan Siti Hajar dengan menunaikan ibadah umroh ataupun haji. Ketika menunaikan ibadah umroh tentunya wajib memilih biro umroh terbaik. Salah satu biro umroh terbaik adalah Umroh Jogja, Dewangga Umroh Jogja yang menyediakan berbagai pilihan paket Umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja.
Dewangga Umroh Jogja telah mengantarkan ribuan jamaah dengan layanan yang memuaskan sehingga banyak jamaah yang menggunakan biro ini untuk menemani selama beribadah di Tanah Suci. Selain itu, Umroh jogja juga telah memiliki izin resmi sehingga tidak perlu diragukan lagi.
Umroh nyaman, berangkat tepat waktu, puas, inshaAllah mabrur bersama Dewangga Umroh Jogja!









