Suara adzan merupakan pertanda panggilan shalat. Namun sobat umroh apakah tahu bahwa suara adzan yang mengalun sepanjang waktu tidak pernah terhenti membuat bumi seolah tidak pernah sunyi dari panggilan Sholat. Berikut ini penjelasan tentang adzan yang mengalun sepanjang waktu tanpa henti mengingatkan manusia untuk kembali kepada Allah SWT.
Bila kita renungkan, suara adzan yang mengalun sepanjang waktu merupakan salah satu fenomena yang paling menyentuh dalam kehidupan seorang muslim. Suara adzan pada setiap sudut bumi selalu berbeda. Bahkan pada daerah satu seorang muadzin baru saja mengumandangkan adzan, sementara daerah lain gema adzan baru selesai dan ada yang bersiap memasuki waktu sholat berikutnya. Seolah tidak ada detik yang benar – benar sepi dari seruan adzan untuk mengingat Allah SWT.
Fenomena adzan yang mengalun sepanjang waktu ini terjadi karena perbedaan zona waktu di seluruh dunia. Ketika Subuh berkumandang di satu daerah, mungkin di wilayah lain masih malam, sementara di belahan lain sudah memasuki Zuhur atau Ashar. Begitu satu adzan berakhir, adzan lain menyusul di kawasan yang baru masuk waktu shalat, menciptakan “rantai” panggilan ilahi yang tidak terputus selama 24 jam.
Baca Juga: Bagaimana Memanfaatkan Waktu di Mekkah dan Madinah untuk Memperdalam Iman
Alasan Kumandang Adzan yang Tidak Terhenti

Adzan yang mengalun sepanjang waktu bukan tanpa alasan semata. Hal ini disebabkan oleh perputaran bumi pada porosnya atau rotasi menyebabkan terjadinya siang dan malam.
Untuk memahami bagaimana adzan seolah tak pernah berhenti, kita bisa mulai dari gambaran sederhana. Bumi berputar pada porosnya selama 24 jam, dan dunia dibagi dalam zona waktu yang berbeda-beda.
Begitu fajar menyingsing di satu wilayah, masuklah waktu Subuh dan muazin mengumandangkan adzan. Saat Subuh di suatu tempat akan selesai, giliran wilayah di sebelah baratnya yang memasuki waktu fajar dan memulai adzan Subuh mereka, dan begitu seterusnya hingga mengelilingi bumi.
Contoh paling dekat bisa dilihat di Indonesia yang memiliki beberapa zona waktu. Saat adzan Subuh berkumandang di Papua, beberapa menit kemudian giliran Maluku, dilanjutkan Sulawesi, lalu pulau-pulau lain di Indonesia bagian tengah dan barat.
Bahkan di satu kota saja, perbedaan letak masjid membuat adzan tidak benar-benar serentak meskipun di satu daerah yang sama. Ada yang sedikit lebih cepat, ada yang beberapa menit setelahnya. Kondisi ini juga terjadi di seluruh dunia.
Inilah yang menjadi titik cara Allah menunjukkan keagungan-Nya sehingga manusia dapat memperhitungkan waktu pada titik lewat perhitungan.
Setiap waktu adzan yang berkumandang akan sambung menyambung dari tiap – tiap wilayah. Jika satu adzan rata-rata berlangsung sekitar lima menit dan shalat wajib ada lima kali sehari, maka dalam 24 jam ada ribuan adzan berkumandang di berbagai penjuru bumi.
Dengan jumlah masjid yang tidak terhitung di negara-negara berpenduduk muslim, sangat masuk akal jika setiap detik selalu ada adzan yang sedang dikumandangkan di suatu tempat di dunia.
Suara adzan yang mengalun sepanjang waktu bukan hanya sekedar soal hitungan menit dan derajat rotasi bumi. Disinilah ada pesan spiritual yang dalam selama masih ada manusia yang menyebut nama Allah SWT dengan menunaikan ibadah sholat. Selama adzan masih berkumandang berarti masih ada hati yang terikat dengan sang Pencipta.
Baca Juga: Kisah Siti Hajar Seorang Ibu yang Penuh Pengorbanan Mengukir Sejarah dalam Islam
Makna Spiritual dari Adzan yang Tak Pernah Padam
Adzan yang Mengalun Sepanjang Waktu Tidak Pernah Terhenti memiliki makna spiritual yaitu sebagai panggilan penuh kasih sayang dari Allah SWT supaya hamba-Nya berhenti sejenak dari urusan duniawi. Kalimat – kalimat adzan berisi pengakuat bahwa Allah Maha Besar, tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad sebagai utusan Allah SWT.
Ketika adzan terdengar seakan Allah memberi tanda inilah waktu kembali merapikan hati menuju keberuntungan melalui shalat. Adzan sebagai kalimat tauhid, saat adzan dikumandangkan selama lima kali sehari menandakan waktu sholat, hal ini secara langsung bahwa umat muslim diingatkan untuk menunaikan ibadah sholat wajib dan berhenti sejenak dalam aktivitas dunia.
Ketika kita menjawab panggilan adzan dengan bergegas menuju masjid atau berdiri untuk shalat di rumah, sebenarnya kita sedang bergabung dalam “gelombang ibadah” yang mengitari bumi.
Fenomena lantunan adzan yang tidak pernah berhenti juga bisa menjadi penghibur. Ketika kita sedang diuji dan merasa sendirian, menyadari bahwa di luar sana ada banyak jutaan orang juga tengah menjawab panggilan yang sama dapat menumbuhkan rasa persaudaraan. Bahkan ketika di suatu wilayah adzan sempat dibatasi atau dimusuhi, di tempat lain adzan tetap lantang, menunjukkan bahwa syiar Islam secara keseluruhan tidak pernah padam.
Lantunan Adzan Selalu Dekat dengan Kita
Adzan yang mengalun sepanjang waktu tidak pernah terhenti, di era saat ini bahkan adzan tidak hanya berkumandang dari menara masjid melainkan juga siaran televisi, radio, hingga pengingat shalat di ponsel. Hal ini memudahkan untuk umat muslim dalam mengingat waktu sholat.
Suara adzan yang tidak pernah berhenti adalah tanda kasih sayang Allah kepada kepada umat muslim untuk menunaikan kewajiban yang sudah seharusnya dilaksanakan. Selama bumi masih berputar dan manusia masih mendirikan shalat, lantunan adzan akan terus mengiringi pergantian siang dan malam.
Dalam hadits Riwayat Bukhari Muslim dijelaskan bahwa “Seandainya manusia mengetahui apa yang ada (yaitu keutamaan) di dalam seruan (adzan) dan shaf pertama, lalu mereka tidak bisa mendapatkan shaf tersebut kecuali dengan undian, sungguh mereka akan melakukan undian untuk mendapatkannya”.
Inilah yang menjadi saksi bahwa di setiap jam, menit, bahkan detik, selalu ada hamba yang diingatkan untuk kembali kepada Allah SWT.
Tugas kita bukan sekadar takjub pada keindahan adzan yang mengalun sepanjang waktu, melainkan juga menjawab dengan tindakan nyata seperti menyegerakan shalat, memperbaiki niat, dan menjaga kekhusyukan.
Dengan begitu, setiap kali adzan berkumandang dimanapun berada dari daerah, kota, ataupun dari media dan telepon genggam kita tidak hanya mendengar panggilan lewat telinga tetapi tetapi juga menyambutnya dengan hati dan langkah yang siap menuju ridha Allah.
Demikian penjelasan tentang adzan yang mengalun sepanjang waktu. Semoga dari penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca.
Mendengarkan lantunan adzan di Mekkah mungkin akan menjadi impian kita. Sebelum mendengarkan lantunan adzan secara langsung di Mekkah tentunya kita wajib memilih biro keberangkatan umroh yang tepat.
Salah satu biro terbaik untuk membantu menemani keberangkatan umroh ialah Dewangga Umroh Jogja yang sudah berhasil mengantarkan jamaah berangkat ke tanah suci dengan tepat waktu serta memberikan layanan terbaik.
Umroh Jogja ini telah memiliki izin legalitas dan jamaah yang berangkat dengan dewangga umroh jogja telah puas dengan pelayanan yang diberikan. Biro ini menawarkan paket terbaik seperti paket umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja.
Dapatkan perjalanan lancar, aman, dan khusyu’ bersama Dewangga umroh Jogja solusi perjalanan umroh inshaAllah mabrur!









