Dampak dan Risiko Umrah Mandiri

risiko umrah Mandiri

Tertarik untuk umrah mandiri? Yuk simak dampak dan risiko umrah mandiri untuk lebih waspada agar ibadah ke Tanah suci tetap aman dan terarah.

Menunaikan ibadah umrah menjadi cita – cita setiap umat Islam. Ibadah ini dilaksanakan di Tanah suci, Mekkah. Dalam pelaksanaannya umat Islam akan melihat secara langsung Ka’bah, rumah Allah yang berada di Mekkah, Arab Saudi.

Namun perlu disadari bahwa umrah ini memerlukan biaya yang tidak murah. Perlu persiapan tidak hanya fisik dan mental tetapi juga finansial.

Dalam pelaksanaan ibadah umrah seringkali keberangkatan melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU). Lembaga ini secara resmi memberikan pendampingan sejak dari awal keberangkatan hingga kepulangan ke Tanah air.

Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) sering disebut dengan lembaga biro umrah. Namun, munculnya kebijakan yang melegalkan untuk umrah tanpa perantara atau umrah mandiri menjadi topik baru yang menjadi perbedatan di kalangan jamaah, regulator, hingga pengusaha travel.

Banyak pihak menilai ada sejumlah risiko umrah mandiri yang harus dipahami oleh calon jamaah sebelum memutuskan untuk melakukan perjalanan ke Tanah suci secara mandiri tanpa bantuan biro umrah.

Di balik biaya yang terlihat lebih murah dan fleksibilitas yang ditawarkan, terdapat beragam konsekuensi serius dari risiko umrah mandiri yang dapat mempengaruhi pengalaman ibadah, keamanan, hingga aspek perlindungan hukum.

Berikut ini terkait potensi risiko dan dampak dari umrah mandiri yang sering dilupakan oleh para calon jamaah. Meskipun umrah mandiri dapat memangkas biaya keberangkatan, namun tindakan ini justru menimbulkan risiko yang besar.

Harapannya jamaah lebih bijak dalam membuat keputusan terkait dengan risiko umrah mandiri dan tentunya dapat merencanakan ibadah ke Mekkah dan Madinah dengan matang.

Bagaimana Proses Umrah Mandiri?

pexels lalezarfa 61078864 8059351 Dampak dan Risiko Umrah Mandiri Dewangga Umroh Jogja

Umrah mandiri merupakan seseorang akan melaksanakan umrah secara mandiri. Maksud dari mandiri ini adalah calon jamaah melakukan perencanaan dari pemesanan tiket, akomodasi, dan rencana aktivitas yang dilakukan di Tanah suci secara mandiri. Perjalanan umrah ini tanpa melibatkan travel umrah.

Calon jamaah akan mencari visa secara mandiri, tiket pesawat, dan booking tempat tinggal di Arab Saudi dilakukan sendiri tanpa melalui jasa travel umrah. Tentunya dengan umrah mandiri, jamaah akan lebih sedikit mengeluarkan biaya untuk keberangkatan umrah.

Namun perlu diketahui bahwa umrah mandiri akan berisiko. Perlindungan terhadap jamaah akan dipertanyakan jika menunaikan umrah tanpa agen travel.

Sebenarnya risiko yang mungkin terjadi selama keberangkatan umrah telah diutarakan oleh Komnas Haji dan umrah. Bahwa risiko umrah yang sering terjadi seperti penipuan, tersesat, sakit, atau bahkan meninggal dunia. Risiko dari umrah mandiri ini akan berdampak pada perlindungan dan jaminan jamaah.

Berbeda dengan jamaah yang menggunakan paket resmi PPIU, jamaah umrah mandiri tidak mendapatkan layanan manasik terjadwal, asuransi perjalanan, maupun bantuan bila terjadi masalah administratif seperti keterlambatan visa, pembatalan tiket, atau kehilangan bagasi.

Selain itu, jika umrah mandiri calon jamaah tidak akan mendapatkan pendampingan resmi. Minimnya perlindungan hukum bagi pelaksana umrah ini menjadi salah satu aspek penting yang sering diabaikan oleh jamaah.

Misalnya saat jamaah menunaikan umrah mandiri dan mengalami hal – hal yang tidak diinginkan akan berpotensi sulit mendapatkan bantuan apalagi masalah serius diluar negeri seperti penelantaran administrasi atau sengketa dengan pihak maskapai dan hotel di Arab Saudi.

Baca Juga: Tips Khusyuk Menjalankan Ibadah Umrah di Tanah Suci

Risiko bagi Jamaah ketika Umrah Mandiri

Umrah mandiri tentunya akan menimbulkan dampak dan risiko. Risiko dari umrah mandiri yaitu risiko operasional ketika jamaah sudah berada di Tanah suci. Tanpa adanya pemandu atau pemimpin rombongan tentunya akan menjadi tantangan tersendiri bahwa jamaah harus memahami sendiri aturan setempat.

Selain itu, syarat lain seperti visa, batas waktu tinggal, hingga aturan berpakaian dan perilaku di Arab Saudi. Sebab ketidakpahaman jamaah umrah mandiri terhadap aturan di Arab Saudi akan berpotensi mengganggu kekhusyukkan ibadah. Tidak hanya itu, akan berdampak pada hal – hal lain.

Umrah mandiri sebenarnya jamah akan bebas dan fleksibel. Namun dampak yang ditimbulkan justru berisiko besar. Tanpa adanya pendampingan resmi, jamaah dapat kehilangan bimbingan manasik, perlindungan hukum, bahkan tanggung jawab saat terjadi penipuan atau gagal berangkat.

Ketika jamaah akan umrah mandiri masalah bisa saja terjadi seperti kehilangan bagasi, mengalami keterlambatan visa, atau bahkan musibah di Tanah suci sehingga akan kesusahan apabila perlu pertanggungjawaban.

Permasalahan yang terjadi atau risiko umrah mandiri yang sering terjadi adalah jamaah yang terjerat pelanggaran aturan di Arab Saudi sebab minimnya pemahaman regulasi setempat.

Pengalaman jamaah juga menunjukkan betapa berbahayanya situasi ketika seseorang menghadapi kondisi darurat tanpa pendamping resmi. Contohnya, kasus di mana seorang jamaah meninggal di Tanah Suci namun jenazahnya tidak tertangani selama lebih dari dua minggu karena tidak ada pihak yang bertanggung jawab dalam urusan administrasi serta pemulasaran jenazah. Kejadian ini tentunya sebagai pembelajaran bahwa risiko umrah mandiri sangat besar.

Risiko umrah mandiri juga akan berpengaruh ketika seseorang jamaah yang tinggal melebihi batas waktu visa akan dikenai denda besar bahkan deportasi. Dampak dari deportasi yaitu larangan masuk Arab Saudi dalam waktu 10 tahun.

Baca Juga: Bacaan Do’a Umroh dan Keutamaannya

Regulasi Penyelenggaraan Umrah di Indonesia

Risiko umrah mandiri yang ditimbulkan cukup signifikan terhadap jamaah. Padahal masyarakat yang mau menunaikan umrah telah diatur oleh Penyelenggaraan Ibadah Haji dan Umrah (PIHU) dan mendapatkan perlindungan hukum UU No. 8 Tahun 2019 tentang tata cara WNI yang akan beribadah umrah. Dari UU ini termuat dalam pasal 86 menyebutkan bahwa umrah dapat dilaksanakan secara perseorangan dan berkelompok melalui PPIU.

PPIU adalah badan hukum yang menjadi sponsor di luar negeri bertanggung jawab atas keselamatan, keamanan, dan kenyamanan jamaah umrah. Inilah yang menjadi salah satu alasan wajib melalui PPIU.

Keberangkatan umrah melalui PPIU lebih menekankan pada unsur perlindungan bukan hanya sekedar mengantar orang yang akan beribadah. Maka dari itu, untuk keselamatan di Tanah suci dan menghindari hal – hal yang tidak diinginkan lebih baik umrah mandiri dihindari.

Bagaimana Solusi Untuk Umrah Mandiri?

Risiko umrah mandiri ini cukup besar. Oleh sebab itu, penting untuk solusi agar tidak marak terhadap umrah mandiri.

Meskipun umrah mandiri dirasa cukup murah, namun keselamatan akan dikorbankan oleh para jamaah. Untuk mengatasi hal ini Kementerian Haji dan Umrah akan memberikan edukasi bahwa risiko umrah mandiri sangat besar dan berbahaya.

Kemenag akan terus berusaha untuk mencegah umrah mandiri dengan meningkatkan pengawasan keberangkatan umrah di seluruh bandara Internasional. Selain itu, melakukan pengawasan terhadap izin usaha travel umrah.

Meskipun umrah biasanya calon jamaah menggunakan biro umrah, namun tidak menutup kemungkinan bahwa biro umrah tidak memiliki izin legalitas resmi sehingga akan berdampak pada keberangkatan umrah.

Bagi calon jamaah yang tidak melakukan umrah mandiri, penting juga untuk mengecek legalitas izin biro umrah jika menggunakan jasa umrah. Selain itu, jangan mudah percaya jika mendapatkan penawaran harga paket umrah yang sangat murah.

Biaya umrah yang begitu murah akan beresiko terhadap jadwal keberangkatan. Jadi pastikan bagi calon jamaah sebelum memilih biro umrah.

Demikian penjelasan tentang risiko umrah mandiri. Semoga dari penjelasan diatas dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Menunaikan ibadah umrah sudah sebaiknya menggunakan biro terpercaya. Salah satu biro umrah terpercaya adalah Umrah Jogja. Biro ini dipercaya ribuan jamaah mampu memberikan pelayanan dan fasilitas terbaik.

Calon jamaah akan dibantu terkait kebutuhan administrasi dan mendapatkan bimbingan sebelum keberangkatan. Tentunya perjalanan nyaman dengan suasana kekeluargaan.

Biro ini juga menawarkan berbagai macam paket pilihan yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan seperti umrah reguler, umrah plus Turki Jogja, dan umrah plus Dubai Jogja.

Dapatkan perjalanan dengan pengalaman tidak terlupakan bersama dengan Dewangga umrah Jogja solusi perjalanan umrah warga Jogja dan sekitarnya.

Jangan ragu untuk memilih Dewangga Haji & Umroh sebagai mitra perjalanan ibadah Anda. Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun, layanan terbaik, serta izin resmi dari Kementerian Agama, kami siap mendampingi Anda menuju Tanah Suci dengan nyaman dan penuh keberkahan.

Bagikan :
Facebook
WhatsApp
X
Telegram
Threads
Artikel Terbaru