Berencana untuk menunaikan umroh namun belum punya tabungan yang cukup? Saat ini banyak sistem cicilan yang menawarkan umroh. Yuk simak penjelasan tentang bolehkah umroh nyicil bagi calon jamaah masa kini.
Menunaikan umroh merupakan impian setiap umat Muslim. Ibadah umroh seorang muslim akan berangkat ke Tanah Suci untuk melaksanakan ibadah tawaf, sa’i, dan lain – lain dengan mengharap ridha dan pahala dari Allah SWT.
Sebelum menunaikan umroh, seorang jamaah harus mempersiapkan segala aspek tidak hanya fisik dan mental namun finansial. Sebab biaya yang dikeluarkan untuk ibadah umroh ini tidak sedikit.
Banyak umat muslim yang menabung untuk bisa menunaikan ibadah umroh. Namun di era saat ini, apakah Anda kepikiran untuk menggunakan sistem nyicil untuk keberangkatan umroh Anda?
Berikut ini akan dibahas mengenai bolehkah umroh nyicil sebagai panduan agar dapat segera menunaikan ibadah umroh ke Tanah Suci.
Bagaimana Jika Ingin Umroh Namun Belum Memiliki Tabungan yang Cukup?

Tentang bolehkah umroh nyicil seringkali menjadi pertanyaan umum oleh calon jamaah yang menginginkan segera untuk berangkat ke Tanah Suci namun belum memiliki dana yang penuh. Apalagi di tengah biaya perjalanan umroh ang tidak kecil, muncul berbagai pilihan pembayaran, termasuk cicilan, tabungan, hingga pembiayaan dari lembaga tertentu.
Opsi menarik berangkat umroh dengan menyicil, ini seringkali menjadi pertanyaan bagi para calon jamaah. Umroh adalah ibadah kepada Allah tentunya menyangkut dengan ketenangan hati, kehalalan akad, dan kesiapan seseorang dalam menunaikan ibadah.
Meskipun menarik mungkin banyak orang menanyakan hukum atau bolehkah umroh nyicil tanpa melihat sumebr dana, bentuk akad, dan kemampuan membayar.
Baca Juga: 8 Tips Umroh Nyaman Bersama Anak Agar Ibadah Lebih Nyaman
Hukum Umroh Dengan Sistem Cicilan
Membahas tentang bolehkah umroh nyicil tentunya pertanyaan ini perlu dijawab dengan hati-hati karena umroh berbeda dari kebutuhan darurat. Umroh adalah ibadah yang mulia, tetapi tetap berkaitan dengan syarat kemampuan.
Bahwa seseorang yang belum mampu secara finansial tidak berdosa bila menunda umroh sampai benar-benar siap. Oleh karena itu, semangat beribadah tetap harus dibarengi pertimbangan yang matang agar niat baik tidak berubah menjadi beban utang yang menyulitkan diri sendiri maupun keluarga setelah pulang dari Tanah Suci.
Bolehkah umroh nyicil ini pada dasarnya memiliki kaitan erat dengan hukum berhutang untuk beribadah. Berhutang umroh atau haji pada prinsipnya dapat diperbolehkan jika seseorang mampu dan yakin dapat melunasinya.
Namun bagi umat Muslim bahwa tidak harus tergesa untuk berangkat umroh dengan hutang. Jika ingin segera berumroh maka dapat mengumpulkan biaya terlebih dahulu karena risiko berhutang ini juga cukup besar.
Sebenarnya sistem cicilan tidak otomatis haram jika akadnya jelas. Bahkan cicilan bisa halal selama tidak mengandung riba. Hal ini berarti jika nyicil dilakukan dengan pembayaran bertahap dengan akad yang jelas, transparan, dan bebas unsur bunga atau denda riba.
Tentang bolehkah umroh nyicil sebenarnya boleh apabila prinsip jelas, sesuai syariah, dan tidak memiliki unsur riba.
Baca Juga: Tips Umroh Nyaman untuk Lansia: Panduan Ibadah Tenang, Aman, dan Tidak Melelahkan
Bagaimana Syarat Agar Cicilan Tidak Menjadi Beban?
Mengenai bolehkah umroh menyicil sebenarnya ini boleh dan tentunya sangat bergantung pada kemampuan calon jamaah untuk membayar setiap cicilan. Calon jamaah yang berencana untuk menyicil harapannya memiliki perhitungan yang jelas dan masuk akal bukan sekedar optimis tanpa memiliki pendapatan rutinan.
Cicilan boleh dilakukan jika tidak mengganggu pokok rumah tangga, nafkah keluarga, atau menimbulkan kesulitan berkepanjangan setelah pulang. Sebab hutang tetap menjadi tanggung jawab wajib ditunaikan, sehingga perjalanan ibadah seharusnya tidak dibangun di atas beban yang justru menambah mudarat.
Syarat cicilan untuk menunaikan umroh selain kemampuan membayar, calon jamaah juga harus memiliki akad yang jelas. Jamaah harus memahami dari awal berapa total biaya, berapa lama tenor cicilan, apakah ada biaya tambahan, bagaimana konsekuensi jika terlambat membayar, dan apakah skemanya benar-benar syariah atau hanya memakai label syariah. Hal ini penting karena banyak calon jamaah yang tertarik pada kalimat berangkat dulu namun bayar belakangan tanpa memikirkan akad yang jelas terhadap transaksinya.
Apa Risiko yang Ditimbulkan Dari Umroh Menyicil?
Mengenai bolehkah umroh nyicil tentunya boleh saja. Namun hal ini juga tidak bisa terlepas dari isu riba. Cara memperoleh dana untuk umroh sangat penting untuk diperhatikan.
Umroh adalah ibadah mulia yang tidak semestinya ditempuh dengan saranan yang diharamkan. Bila sudah diketahui ada bunga berjalan, denda keterlambatan maka sebaiknya untuk tidak melakukan umroh dengan nyicil.
Selain nyicil, mungkin dengan sistem meminjam uang untuk umroh. Perlu diketahui bahwa pinjaman untuk umroh harus berasal dari dana yang halal dan tidak tercampur unsur riba. Bahkan ketika seseorang merasa mampu membayar, akad yang mengandung bunga tetap menjadi persoalan tersendiri.
Berangkat Umroh Disarankan Menabung
Meskipun pertanyaan bolehkah umroh nyicil seringkali dijawab oleh asal sesuai dengan syarat, namun alangkah baiknya jika memiliki keinginan untuk umroh sebaiknya menabung terlebih dahulu daripada berhutang.
Mengumpulkan biaya terlebih dahulu lebih menenangkan karena jamaah dapat berangkat tanpa dibayangi kewajiban finansial baru. Umroh memang sangat dianjurkan, tetapi tidak harus dipaksakan sampai mengorbankan ketenteraman hidup sesudahnya.
Dengan menabung, jamaah akan memiliki persiapan lebih matang. Sambil mengumpulkan biaya, calon jamaah juga dapat mempersiapkan fisik, memperdalam ilmu manasik, dan menyiapkan perlengkapan lainnya tanpa harus terburu – buru.
Perencanaan yang matang dan sehat tentunya akan membuat ibadah Anda akan nyaman dan khusyuk. Jamaah juga dapat mengikuti program tabungan umroh yang aman dan transparan. Biasanya hal ini disediakan oleh beberapa pihak travel keberangkatan umroh.
Dengan menabung, Anda juga akan lebih semangat untuk dapat segera menunaikan ibadah ke Tanah Suci.
Demikian penjelasan tentang bolehkah umroh nyicil, bahwa sebenarnya boleh boleh saja untuk dilakukan dalam kondisi tertentu misalnya memiliki akad halal dan jelas, tidak mengandung riba, besar angsurannya realistis, tidak mengganggu nafkah keluarga, dan benar-benar mampu dilunasi.
Jika Anda umroh namun dengan sistem cicilan bersumber dari hutang berbunga, akad yang samar, atau justru membuat kondisi keuangan goyah, maka sebaiknya ditinggalkan. Prinsip kehati-hatian lebih utama daripada terburu-buru mengejar keberangkatan umroh ke Tanah Suci.
Ibadah umroh adalah ibadah yang sangat mulia, tetapi juga ibadah yang menuntut kemampuan dan tanggung jawab. Kerinduan ke Baitullah tentu baik, namun jalan menuju ke sana harus tetap dijaga agar bersih, jujur, dan menenangkan hati.
Apabila Anda saat ini belum memungkinkan berangkat maka dapat menabung dan mempersiapkan diri sebagai langkah bijak. Dengan begitu, ketika waktu berangkat benar-benar tiba, ibadah tidak hanya sah secara lahiriah, tetapi juga terasa lebih lapang, mantap, dan insyaallah lebih membawa keberkahan.
Penting bagi Anda yang sudah merencanakan untuk berangkat umroh memilih biro umroh yang tepat dan terpercaya wajib dilakukan. Hal ini untuk menjamin perjalanan Anda di Tanah Suci tetap nyaman dan aman.
Salah satu biro umroh terpercaya adalah umroh Jogja Dewangga yang menawarkan paket terbaiknya seperti umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja. Dapatkan pengalaman terbaik umroh dengan rasa kekeluargaan bersama umroh Jogja Dewangga!








