Sebentar lagi memasuki bulan ramadhan, lalu apakah Anda sudah mengganti puasa ramadhan sebelumnya? Berikut ini batas akhir qadha puasa ramadhan agar hutang puasa tidak terlewat menjelang ramadhan 2026.
Menjelang bulan suci ramadhan 1447 Hijriah aroma bulan suci sudah tercium. Banyak orang yang mulai sibuk untuk menyiapkan target ibadah. Namun bagi sebagian umat Islam sering terlupa dengan hal yang mengganjal seperti hutang puasa ramadhan tahun sebelumnya.
Jika memiliki hutang puasa pada ramadhan sebelumnya, umat muslim wajib melakukan qadha puasa ramadhan. Mungkin selama ini kita sering meremehkan hutang puasa kepada Allah SWT dengan dalih waktu masih panjang.
Padahal hutang puasa wajib untuk dibayar sebelum masuk ramadhan selanjutnya. Umat Muslim yang sering memiliki hutang puasa adalah wanita yang pernah haid, nifas, ibu menyusui, seseroang musafir, atau orang dalam keadaan sakit pada bulan ramadhan tahun lalu. Bagi yang memiliki hutang puasa wajib mengganti puasa di hari lain atau qadha puasa ramadhan menjadi kewajiban yang tidak bisa ditawar.
Umat muslim wajib mengetahui batas akhir qadha puasa ramadhan. Hal ini penting bukan hanya sekedar untuk menakut – nakuti namun juga membantu untuk menuntaskan kewajiban sebelum waktunya ramadhan telah tiba dan tidak sempat untuk qadha puasa ramadhan.
Bahasan tentang batas akhir qadha puasa ramadhan bukan hanya sekadar tanggal di kalender, melainkan pengingat bahwa menunda itu mudah, sedangkan menuntaskan butuh rencana. Lalu bagaimana dan kapan ditentukannya batas akhir qadha puasa ramadhan? Berikut ini penjelasannya lebih lanjut.
Mengenal Qadha Puasa Ramadhan

Sebelum membahas jauh tentang batas akhir qadha puasa ramadhan, lebih baik untuk mengetahui apa makna qadha puasa ramadhan terlebih dahulu.
Tentang qadha memiliki makna mengganti puasa ramadhan yang tertinggal pada hari lain dengan jumlah yang sama dengan hari yang ditinggalkan. Hukum melakukan qadha puasa ramadhan adalah wajib bagi siapa saja yang memiliki hutang puasa.
Tentang kewajiban mengganti puasa ini telah disebutkan dalam Al Qur’an Al Baqarah ayat 184 sebagai berikut.
اَيَّامًا مَّعْدُوْدٰتٍۗ فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَّرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَۗ وَعَلَى الَّذِيْنَ يُطِيْقُوْنَهٗ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِيْنٍۗ فَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهٗۗ وَاَنْ تَصُوْمُوْا خَيْرٌ لَّكُمْ اِنْ كُنْتُمْ تَعْلَمُوْنَ ١٨٤
Artinya: “(Yaitu) beberapa hari tertentu. Maka, siapa di antara kamu sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), (wajib mengganti) sebanyak hari (yang dia tidak berpuasa itu) pada hari-hari yang lain. Bagi orang yang berat menjalankannya, wajib membayar fidyah, (yaitu) memberi makan seorang miskin. Siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, itu lebih baik baginya dan berpuasa itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
Ayat diatas menjadi dasar hukum utama bahwa setiap hari puasa yang ditinggalkan wajib untuk diganti diluar bulan ramadhan.
Baca Juga: Tips Menunaikan Umroh Saat Musim Dingin di Arab Saudi
Batas Puasa Qadha Ramadhan 2026
Memasuki 2026, batas akhir qadha puasa ramadhan cukup ramai menjadi perbincangan. Hal ini karena telah muncul prediksi awal puasa 2026.
Batas akhir qadha puasa ramadhan sebenarnya memiliki waktu yang luas sejak berakhirnya bulan ramadhan hingga datangnya bulan ramadhan berikutnya. Namun lebih jelasnya batas akhir qadha puasa ramadhan ialah akhir bulan Sya’ban. Maka dari itu, umat muslim harus segera menyelesaikan hutang puasa sebelum memasuki pertengahan bulan Sya’ban agar tidak terburu – buru atau jatuh pada hari yang diragukan.
Hari – Hari yang Dihindari untuk Berpuasa
Selain mengetahui batas akhir qadha puasa ramadhan, umat muslim perlu untuk mengetahui pada hari – hari apa saja puasa qadha ini tidak sah dilaksanakan diantaranya:
1. Hari Raya Idul Fitri (1 Syawal)
Umat muslim tidak diperbolehkan untuk qadha puasa ramadhan pada 1 syawal atau Idul Fitri sebab hal ini dilarang dan hukumnya haram.
2. Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah)
Selain Idul Fitri, umat muslim juga dilarang untuk berpuasa qadha ramadhan pada 10 Dzulhijjah atau hari raya kurban. Waktu ini juga diharamkan untuk menqadha puasa.
3. Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah)
Larangan melakukan qadha puasa ramadhan juga pada hari tasyrik. Ini merupakan tiga hari setelah idul Adha merupakan hari waktu untuk makan dan minum sehingga dilarang untuk berpuasa.
4. Hari Syak (30 Sya’ban)
Hari yang diragukan sudah memasuki bulan ramadhan atau belum yaitu 30 sya’ban, umat muslim juga dilarang untuk menqadha puasa ramadhan. Namun jika mendesak sebagain ulama membolehkan untuk qadha puasa ramadhan.
Bagi umat muslim jangan menunggu waktu mepet dalam batas akhir puasa qadha ramadhan. Hal ini agar umat muslim tidak terburu – buru dan melakukan qadha puasa pada hari yang diragukan.
Baca Juga: Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tawaf Wada
Konsekuensi Menunda Hutang Puasa Ramadhan
Bagi umat muslim qadha puasa ramadhan diwajibkan. Maka dari itu, penting untuk mengetahui batas akhir qadha puasa ramadhan. Hal ini disebabkan adanya konsekuensi jika menunda hutang puasa ramdhan.
Umat Muslim yang lalai dengan hutang puasa hingga ramadhan tahun selanjutnya tiba maka diwajibkan untuk membayar zakat fidyah. Selain itu, umat muslim yang tidak membayar puasa hingga tiba puasa tahun berikutnya akan berdosa sebab lalai dengan kewajiban waktu yang telah ditentukan.
Umat muslim juga wajib untuk menqadha puasa. Bagi yang memiliki hutang namun sudah memasuki puasa tahun selanjutnya maka hutang puasa tidak gugur dan wajib menggantinya setelah ramadhan tahun ini selesai.
Umat muslim jika memiliki hutang puasa ramadhan juga memiliki kewajiban membayar denda fidyah. Ini menjadi sanksi tambahan. Fidyah berarti membayar denda berupa memberi makan satu orang miskin dengan 1 mud atau bahan pokok sekitar 7 ons beras pada setiap hari yang tertunda puasa.
Untuk itu, penting bagi umat muslim jika memiliki hutang puasa segera melakukan qadha puasa ramadhan. Jika mudah lupa, maka dapat membuat catatan dan melakukan target kecil seperti 2 hari per seminggu atau 8 hari per bulan.
Biasanya umat muslim melakukan qadha puasa di hari senin dan kamis, akhir pekan, atau hari kerja yang ringan. Penting juga untuk selalu mengecek kalender agar tidak berpuasa pada hari yang dilarang seperti hari raya, tasyrik, dan hari yang diragukan.
Demikian penjelasan tentang batas akhir qadha puasa ramadhan. Menuntaskan qadha pada dasarnya adalah bentuk tanggung jawab umat muslim untuk menutup kewajiban yang tertunda agar dapat menyambut bulan ramadhan selanjutnya dengan hati yang lapang. Semoga Allah memudahkan kita melunasi utang puasa, menerima amalnya, dan mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan lebih siap lahir maupun batin.
Biro Umroh Jogja
Umat muslim memasuki bulan ramadhan dan ingin menambah pahala maka dapat berpuasa sambil umroh. Hal ini akan menjadi pengalaman tidak terlupakan bagi Anda.
Berpuasa sambil umroh, umat muslim akan merasa lebih dekat dengan Allah SWT sebab akan lebih fokus untuk beribadah. Namun sebelum melakukan umroh sambil berpuasa atau mungkin merencanakan untuk berpuasa sambil umroh umat muslim wajib memilih pendamping umroh terbaik.
Salah satu pendamping umroh terbaik adalah Umroh Jogja dewangga. Biro ini merupakan travel sahabat keluarga Jogja menyediakan jasa keberangkatan umroh dan haji.
Banyak jamaah yang telah merasakan kepuasan dengan keberangkatan tepat waktu, layanan terbaik, dan inshaAllah meraih umroh mabrur. Dengan pengalaman dalam membantu jamaah tentunya, biro ini juga memiliki izin legalitas sehingga calon jamaah tidak perlu ragu dan tenang dalam menggunakan jasa maupun menjalankan ibadah umroh.
Dewangga umroh Jogja memiliki paket pilihan terbaik yang dapat disesuaikan seperti umroh reguler, umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja. Dapatkan pengalaman perjalanan spriritual lebih nyaman, aman, dan penuh berkah dengan Dewangga umroh Jogja.









