Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Tawaf Wada

kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada

Tawaf wada sering kali disebut dengan tawaf perpisahan dengan Ka’bah. Artikel ini membahas secara lengkap kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada. Hal ini untuk panduan agar tidak keliru saat melaksanakan tawaf wada agar ibadah tetap sah.

Ibadah haji dan umroh menjadi perjalanan ibadah ke rumah Allah SWT merupakan perjalanan istimewa. Ibadah ini memiliki keutamaan yang sangat besar sehingga banyak yang ingin segera menunaikannya.

Umroh dan haji dilaksanakan di Mekkah, Arab Saudi. Dalam pelaksanaannya jamaah akan melakukan serangkaian kegiatan dengan mengharap pahala dan ibadah mabrur.

Seringkali umat muslim yang melaksanakan ibadah haji atau umroh mengalami kebingungan bahkan salah dalam pelaksanaannya. Hal ini terjadi salah satunya saat tawaf wada.

Mengenal tawaf wada merupakan rangkaian yang dilakukan untuk perpisahan dengan Ka’bah. Ibadah ini dilakukan sebelum kepulangan ke Tanah air.

Umat muslim melakukan kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada seringkali tanpa sadar. Ibadah ini disebut dengan tawaf terakhir yang dilaksanakan sebelum jamaah meninggalkan Mekkah dan menjadi salam perpisahan dan penutup rangkaian manasik haji atau umroh.

Ketika mengalami kesalahan dalam tawaf wada, hal ini sebenarnya tidak berpengaruh pada sah atau tidaknya ibadah. Namun akan berpengaruh pada keutamaan dan pahala yang akan diraih oleh jamaah.

Beberapa kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada biasanya disebabkan oleh kurangnya pemahaman terhadap tuntunan syariat yang benar. Seperti contoh ketika orang menganggap bahwa tawaf wada dapat dilaksanakan kapan saja bahkan setelah melakukan rangkaian kegiatan yang menjadi syarat sah ibadah. Padahal pelaksanaan tawaf wada yang benar ialah ibadah ini menjadi amalan terakhir sebelum jamaah benar – benar meninggalkan Mekkah. Maka dari itu, kesalahan ini menyebabkan tawaf wada menjadi tidak sah.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut tentang tawaf wada dan kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada. Simak penjelasannya dibawah ini.

Apa itu Tawaf Wada?

kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada

Mengenal tawaf wada merupakan tawaf yang dilaksanakan setelah melakukan rangkaian kegiatan yang menjadi syarat sah haji dan umroh. Tawaf Wada berarti tawaf perpisahan yang dilakukan setelah semua rukun haji atau rangkaian umrah selesai.

Pelaksanaan tawaf wada ketika jamaah akan meninggalkan Masjidil Haram dan kota Makkah. Tujuan dari pelaksanaan tawaf wada adalah untuk menutup kunjungan spiritual itu dengan mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, sebagai salam terakhir kepada Baitullah sebelum kembali ke tanah air.

Dalam ibadah haji, tawaf wada menjadi amalan yang sangat dianjurkan untuk dilakukan sebagai tindakan sebelum jamaah pergi meninggalkan kota suci Mekkah. Tawaf Wada termasuk amalan penting yang dianjurkan untuk dilakukan sebagai tindakan terakhir sebelum jamaah benar-benar meninggalkan kota suci. Ibadah ini wajib dilakukan bagi jamaah haji baik laki – laki maupun perempuan kecuali bagi wanita yang sedang haid.

Berbeda dengan umroh, pelaksanaan tawaf wada tidak termasuk dalam syarat sah umroh namun dianjurkan apabila jamaah ingin menutup kunjungan dengan salam perpisahan kepada Ka’bah.

Baca Juga: Shalat Safar Sebelum Berangkat Umroh, Bekal Spiritual Sebelum Menjadi Tamu Allah

Tata Cara Pelaksanaan Tawaf Wada

Tawaf wada merupakan rangkaian yang dilaksanakan setelah amalan haji atau umroh selesai yaitu ketika akan meninggalkan kota Mekkah. Agar tidak salah dalam melaksanakan tawaf wada berikut ini tata cara dan do’a yang dipanjatkan ketika tawaf wada.

1. Jamaah Menuju Sudut Hajar Aswad

Tata cara pelaksanaan tawaf wada ialah memulai dari sudut Hajar Aswad dan menghadap ke arah Hajar Aswad. Jika memungkinkan jamaah dapat mencium Hajar Aswad atau memberikan isyrat dengan tangan dari kejauhan untuk setiap kali putaran tawaf.

2. Niat

Jamaah haji atau umroh dapat menggunakan bacaan niat tawaf wada sebagai berikut.

اللَّهُمَّ إِنِّي نَوَيْتُ طَوَافَ بَيْتِكَ الْمُعَظَّمِ سَبْعَةَ أَشْوَاطٍ فَاسِرُوا لِي وَتَقَبَّلْهُ مِنِّي بِسْمِ اللَّهِ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ

Allaahumma innii nawaitu thawaafa baitikal mu’azhzhami sab’ata asyawaathin fayassirhu lii wa taqabbalhu minnii bismillaahi Allahu Akbaru Allahu Akbaru wa lillaahil hamdu.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku berniat tawaf di rumah-Mu yang agung dengan tujuh kali putaran. Maka mudahkanlah untukku dan terimalah tawaf itu dengan menyebut nama Allah. Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, dan bagi Allah segala puji.”

3. Membaca Do’a

Ketika pelaksanaan tawaf wada, jamaah membaca do’a setiap putarannya. Pada tiga putaran pertama jamaah dapat membaca do’a:

اللَّهُمَّ اجْعَلْهُ حَجًّا مَبْرُورًا وذَنْبًا مَغْفُورًا وَسَعْيًا مَشْكُورًا

Allaahummaj ‘alhu hajjam mabruuraan, wa dzanban maghfuuraan, wa sa’yan masykuuraan

Artinya: “Ya Allah, jadikanlah haji ini haji yang mabrur, dosa yang diampuni dan sa’i yang disyukuri.”

Pada putaran empat terakhir, jamaah dapat membaca do’a berikut.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ عَمَّا تَعْلَمُ وَأَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمَ ، اللَّهُمَّ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

Allaahummagh fir warham wa’fu ‘ammaa ta’lamu wa antal a’azzul akram, alaahumma rabbanaa aatinaa fid dunyaa hasanatan wa fil aakhirati hasanatan waaqinaa ‘adzaaban naar

Artinya: “Ya Allah, ampunilah dan rahmatilah dari apa yang Engkau ketahui, Engkau Mahamulia di atara yang mempunyai kemuliaan, ya Allah Tuhan kami, anugerahkanlah kebaikan dalam kehidupan dunia dan akhirat dan jauhkanlah dari siksaan neraka.”

4. Mengelilingi Ka’bah Sebanyak Tujuh Kali

Jamaah menghadap Hajar Aswad dan berpaling ke kanan sehingga Kabah berada di sebelah kiri. Jamaah latar memutari Ka’bah sebanyak tujuh kali putaran dan berakhir di sudut Hajar Aswad. Apabila putaran yang dilakukan kurang dari tujuh maka pelaksanaan menjadi tidak sah. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Ahmad dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth, Rasulullah SAW bersabda:

“Ibnu Umar radhiyallahu anhu masuk Makkah ketika waktu duha. Lalu, beliau mendatangi Ka’bah dan menyentuh Hajar Aswad sambil mengucapkan, ‘Bismillah, wallahu akbar.’ Kemudian, beliau lari-lari kecil tiga kali putaran dan jalan antara rukun Yamani dengan rukun Hajar Aswad. Setelah sampai di Hajar Aswad, beliau menyentuhnya dan bertakbir, lalu keliling empat tawaf sambil berjalan. Ibnu Umar mengatakan, bahwa Rasulullah SAW melakukan hal ini,” (HR. Ahmad dan disahihkan oleh Syuaib al-Arnauth).

Baca Juga: Memahami Rukun Umroh Secara Lengkap Jangan Sampai Ada yang Terlewat

Kesalahan – Kesalahan Jamaah Saat Tawaf Wada

Hukum pelaksanaan tawaf wada yang berbeda antara haji dan umroh seringkali membuat jamaah melakukan kesalahan. Dalam pelaksanaanya tawaf wada, jamaah haji dan umroh seringkali melakukan kesalahan. Berikut ini beberapa kesalahan saat tawaf wada.

1. Berjalan Mundur Sambil Menghadap Ka’bah

Kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada adalah perilaku bid’ah yang dilakukan sejumlah jamaah ketika keluar dari Masjidil Haram setelah tawaf. Hal ini ialah jamaah berjalan mundur sambil menghadap Ka’bah atau berhenti di pintu untuk mengucapkan salah kepada Ka’bah. Padahal hal ini tidak diajarkan oleh Rasulullah SAW.

Jamaah yang berhaji atau umroh menganggap bahwa berjalan mundur sambil menghadapkan muka ke Ka’bah sebagai bentuk penghormatan lebih padahal perilaku tersebut salah dan tidak pernah dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW.

2. Tidak Dijadikan Sebagai Akhir Amalan

Kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada ialah pelaksanaan tawaf wada tidak dijadikan sebagai amalan terakhir namun sebelum menyelesaikan kegiatan lain misalnya melempar jumrah dalam aktivitas haji.

Kemudian dalam ibadah umroh, jamaah justru setelah melakukan tawaf wada malah tinggal di Mekkah dalam watku lama. Padahal setelah tawaf wada, jamaah dianjurkan untuk tidak berlama – lama di Mekkah kecuali ada alasan atau kebutuhan.

3. Berhenti di Pintu Masjid untuk Do’a atau Salam

Kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada ialah berhenti di pintu Masjid untuk do’a atau salam. Misalnya jamaah yang berhenti di pintu Masjidil Haram setelah tawaf wada untuk berbalik menghadap Ka’bah dan mengucapkan doa panjang atau salam perpisahan. Hal ini dianggap sebagai praktik yang tidak berdasar dari sunnah.

4. Berlama – lama di Masjidil Haram

Kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada yaitu berlama – lama di Masjidil Haram tanpa alasan syar’i, padahal tawaf ini dimaksudkan sebagai ritual penutup sebelum keluar.

Berlama – lama di Masjidil Haram tanpa tujuan perjalanan dapat menggugurkan maknta tawaf wada sehingga jamaah harus mengulang melakukan tawaf wada.

Demikian penjelasan tentang kesalahan yang sering terjadi saat tawaf wada. Bagi Anda yang akan menunaikan ibadah umroh di Mekkah jangan lupa untuk melaksanakan tawaf wada sebelum kepulangan.

Dalam perjalanan umroh, jamaah sebelumnya wajib memilih pendamping umroh terbaik. Salah satu pendamping umroh terbaik ialah umroh Jogja. Biro ini telah mengantarkan ribuan jamaah dengan keberangkatan tepat waktu.

Memiliki layanan terbaik dan inshaAllah meraih umroh mabrur, jamaah akan diberikan beberapa opsi perjalanan seperti umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja dengan pilihan terbaiknya. Dapatkan perjalanan dengan lancar, aman, dan khusyu’ bersama Dewangga umroh Jogja!

Jangan ragu untuk memilih Dewangga Haji & Umroh sebagai mitra perjalanan ibadah Anda. Dengan pengalaman lebih dari 14 tahun, layanan terbaik, serta izin resmi dari Kementerian Agama, kami siap mendampingi Anda menuju Tanah Suci dengan nyaman dan penuh keberkahan.

Bagikan :
Facebook
WhatsApp
X
Telegram
Threads
Artikel Terbaru