Perubahan besar sedang terjadi dalam penyelenggaraan ibadah umroh. Pemerintah Arab Saudi, melalui Kementerian Haji dan Umrah, secara resmi memperkenalkan aturan baru visa umroh yang membawa kemudahan luar biasa bagi umat Muslim di seluruh dunia.
Kini, ibadah umroh dapat dilakukan tidak hanya dengan visa umroh khusus, tetapi juga menggunakan visa wisata, kerja, keluarga, maupun transit yang sah.
Kebijakan ini menjadi langkah revolusioner dalam memudahkan umat Islam untuk mendekatkan diri kepada Allah ﷻ di Tanah Suci tanpa melalui prosedur yang berbelit.
Dengan aturan baru visa umroh ini, setiap orang yang memiliki visa sah untuk masuk ke Arab Saudi dapat melaksanakan ibadah umroh asalkan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Langkah reformasi ini merupakan bagian dari Visi 2030 Arab Saudi yang berfokus pada diversifikasi ekonomi dan perluasan sektor wisata religi.
Selain itu, aturan baru visa umroh juga menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem peribadatan dengan pendekatan digital, efisiensi administrasi, serta peningkatan pengalaman spiritual jemaah di Tanah Suci.
Baca Juga : Inilah Biaya Haji 2026 Diskon Rp2 Juta, Simak Info Lengkapnya!
Tujuan dan Latar Belakang Reformasi Kebijakan Umroh
Kementerian Haji dan Umrah menjelaskan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan memperluas akses bagi umat Muslim dunia, tetapi juga mendorong integrasi layanan haji dan umroh dalam sistem digital yang lebih modern.
Melalui reformasi ini, jemaah tidak perlu lagi mengikuti program haji resmi atau mengajukan visa umroh khusus seperti sebelumnya.
Sebagai gantinya, calon jemaah dapat melakukan pendaftaran melalui platform Nusuk—sistem resmi Arab Saudi yang mengatur segala kebutuhan perjalanan umroh, mulai dari pengajuan izin, pemesanan hotel, hingga transportasi lokal. Platform ini memungkinkan seluruh proses dilakukan secara daring, cepat, dan transparan.
Selain itu, reformasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Arab Saudi sebagai pusat wisata religi dunia. Pemerintah menargetkan peningkatan jumlah pengunjung umroh internasional setiap tahunnya, sejalan dengan komitmen Visi 2030 untuk menjadikan sektor pariwisata sebagai salah satu pilar utama ekonomi negara.
Detail Aturan Baru Visa Umroh yang Wajib Diketahui
Kementerian Haji dan Umrah menetapkan sejumlah poin penting dalam aturan baru visa umroh yang wajib diperhatikan oleh calon jemaah. Berikut adalah ringkasan detail kebijakan tersebut:
- Semua Jenis Visa Berlaku untuk Umroh
Pengunjung dengan visa turis elektronik, visa kerja, visa transit, visa kunjungan pribadi, atau visa keluarga kini diizinkan untuk menunaikan ibadah umroh di Arab Saudi. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi umat Muslim di seluruh dunia untuk beribadah tanpa batasan administratif yang kaku. - Batas Waktu Pelaksanaan Umroh
Jamaah yang menggunakan berbagai jenis visa tersebut harus memasuki wilayah Arab Saudi paling lambat 13 April 2026 dan meninggalkan negara tersebut paling lambat 29 April 2026. Setelah tanggal tersebut, akses ke area suci untuk ibadah umroh akan dibatasi. - Kewajiban Pemesanan Melalui Platform Nusuk
Seluruh jemaah wajib memiliki hotel dan transportasi lokal yang telah dikonfirmasi melalui platform resmi Nusuk Masar. Selain itu, izin penting seperti akses salat di Rawdah Al Sharifah (area suci di Masjid Nabawi, Madinah) harus diperoleh melalui aplikasi Nusuk.
Dengan sistem ini, pemerintah Arab Saudi memastikan seluruh perjalanan jemaah berjalan aman, tertib, dan terdokumentasi dengan baik.
Peran Platform Nusuk dalam Digitalisasi Umroh
Platform Nusuk Umrah menjadi pusat kendali utama dalam kebijakan baru ini. Diluncurkan pada 20 Agustus 2025, Nusuk hadir untuk menyederhanakan setiap langkah perjalanan jemaah umroh internasional. Melalui aplikasi ini, jamaah dapat melakukan berbagai hal seperti:
- Mengajukan izin umroh dan mengatur jadwal ibadah.
- Memesan hotel dan transportasi yang terintegrasi dengan sistem resmi.
- Mengakses layanan tambahan seperti izin salat di area tertentu.
Dengan digitalisasi penuh ini, proses administrasi yang dulu memakan waktu kini dapat diselesaikan hanya dalam hitungan menit. Reformasi ini memperlihatkan komitmen Arab Saudi untuk memberikan pengalaman ibadah yang modern, aman, dan efisien bagi para jemaah.
Dampak dan Antusiasme Global terhadap Aturan Baru
Reformasi ini langsung disambut positif oleh umat Muslim di seluruh dunia. Berdasarkan laporan Arab News pada 1 Agustus 2025, sejak awal musim umroh tahun tersebut, lebih dari 1,2 juta jemaah dari lebih dari 100 negara telah melaksanakan ibadah umroh di Arab Saudi.
Data dari Kementerian Haji dan Umrah menunjukkan adanya peningkatan 30 persen jumlah pemegang visa umroh dibandingkan tahun sebelumnya. Selain itu, penerbitan visa juga naik 27 persen, dan lebih dari 4.200 perjanjian kerja sama telah ditandatangani antara penyedia layanan umroh domestik dan agen internasional.
Angka-angka ini menunjukkan keberhasilan aturan baru visa umroh dalam membuka akses yang lebih luas serta memberikan dampak ekonomi signifikan bagi sektor pariwisata dan layanan keagamaan di Arab Saudi.
Manfaat dan Kemudahan bagi Jamaah
Kebijakan baru ini tidak hanya mengubah cara orang mengajukan visa, tetapi juga menghadirkan berbagai manfaat nyata bagi calon jemaah, di antaranya:
- Akses yang Lebih Fleksibel: Tidak perlu lagi membuat visa khusus umroh, cukup dengan visa turis atau kerja yang sudah dimiliki.
- Proses Digital yang Efisien: Semua tahapan dilakukan melalui platform resmi tanpa perlu datang langsung ke kantor kedutaan atau agen tertentu.
- Transparansi dan Keamanan: Seluruh data jamaah tercatat resmi dalam sistem pemerintah Saudi, menjamin keamanan dan kenyamanan selama ibadah.
- Pengalaman Ibadah yang Lebih Modern: Dengan integrasi digital, jamaah dapat mengatur jadwal dan fasilitas dengan mudah sesuai kebutuhan pribadi.
Langkah-langkah ini membuktikan bahwa Arab Saudi berkomitmen tidak hanya untuk meningkatkan pelayanan keagamaan, tetapi juga memberikan kemudahan bagi setiap Muslim yang berniat menunaikan umroh.
Penutup
Reformasi aturan baru visa umroh menjadi tonggak penting dalam sejarah modernisasi penyelenggaraan ibadah di Arab Saudi. Dengan kebijakan yang lebih inklusif dan sistem berbasis digital, jemaah dari seluruh dunia kini dapat beribadah dengan cara yang lebih mudah, cepat, dan aman.
Melalui visi besar 2030, Arab Saudi terus memperkuat perannya sebagai pusat spiritual dunia yang terbuka bagi semua Muslim tanpa hambatan administratif. Bagi calon jemaah yang berencana menunaikan umroh, kini adalah waktu terbaik untuk memanfaatkan peluang ini dengan memahami dan mengikuti aturan baru visa umroh melalui platform Nusuk.
Semoga reformasi ini menjadi langkah menuju pengalaman ibadah yang lebih khusyuk, efisien, dan penuh keberkahan di Tanah Suci.
Sebagai agen biro perjalanan umroh Jogja, Rawda Travel menawarkan berbagai pilihan paket untuk Anda, seperti umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja. Rawda Umroh telah memiliki izin resmi dan melayani berbagai jamaah dari seluruh Indonesia. Testimoni positif yang diterima oleh Rawda adalah bukti dari kepercayaan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga : Ketahui Macam-Macam Haji Beserta Dalil dan Terjemahan









