Setiap ibadah memiliki aturan dan tata pelaksanaan yang perlu dipahami secara mendalam, termasuk dalam ibadah haji dan umrah. Salah satu bagian paling penting dalam kedua ibadah ini adalah tata cara ihram.
Ihram bukan sekadar mengenakan dua helai kain putih, melainkan simbol kesucian dan ketaatan total kepada Allah SWT. Dengan memahami tata cara ihram sesuai sunnah, seorang muslim dapat melaksanakan ibadah dengan khusyuk dan penuh makna spiritual.
Keadaan ihram menandai dimulainya perjalanan suci menuju Baitullah. Dalam kondisi ini, seorang jamaah haji atau umrah diharuskan menanggalkan segala hal yang bersifat duniawi dan memfokuskan diri hanya kepada Allah SWT.
Oleh karena itu, memahami tata cara ihram yang benar bukan hanya soal mengikuti aturan, tetapi juga tentang membentuk kesiapan hati dan jiwa dalam beribadah.
Dengan mempelajari tata cara ihram secara menyeluruh, setiap calon jamaah dapat menghindari kesalahan yang mungkin membatalkan ibadahnya. Rasulullah SAW telah memberikan contoh yang sangat jelas dalam hal ini, mulai dari niat hingga pelaksanaan talbiyah.
Baca Juga: 20+ Doa Haji dan Umroh: Arab, Latin, dan Terjemahannya
Pengertian Ihram dalam Ibadah Haji
Secara bahasa, kata “ihram” berasal dari kata Arab haram yang berarti suci atau terlarang. Dalam konteks ibadah haji, ihram memiliki makna bahwa seorang muslim memasuki keadaan suci di mana terdapat sejumlah hal yang menjadi terlarang untuk dilakukan.
Keadaan ini adalah bentuk simbolik dari kesiapan untuk melepaskan diri dari dunia dan mendekat kepada Allah SWT.
Ihram juga mengandung makna kesetaraan. Ketika mengenakan pakaian ihram, semua jamaah—tanpa memandang status sosial atau kekayaan—tampak sama di hadapan Allah. Inilah makna mendalam dari kesucian dalam ibadah haji dan umrah: bahwa setiap manusia setara dan tunduk pada kehendak-Nya.
Memasuki keadaan ihram berarti menanggalkan ego, kemewahan, dan hal-hal yang bersifat duniawi. Jamaah diajak untuk menanamkan sikap rendah hati dan menyadari kebesaran Allah SWT. Kesadaran inilah yang diharapkan tumbuh selama proses pelaksanaan ibadah haji, dimulai dari langkah pertama, yaitu ihram.
Tata Cara Ihram Sesuai Ajaran Sunnah
1. Membaca Niat Ihram
Langkah pertama dalam tata cara ihram adalah berniat. Niat bukan sekadar ucapan, tetapi tekad tulus di dalam hati untuk melaksanakan ibadah haji atau umrah karena Allah SWT.
Rasulullah SAW mencontohkan bahwa niat ihram dibaca bersamaan dengan mengenakan pakaian ihram dan dimulai dari miqat, yakni tempat yang telah ditentukan untuk memulai ibadah.
Berikut bacaan niat ihram:
نَوَيْتُ الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهِمَا لِلَّهِ تَعَالَى
“Aku berniat melaksanakan haji dan umrah, dan aku berihram karena Allah Ta’ala.”
Membaca niat ihram menandai awal dari status suci seorang jamaah. Setelah niat diucapkan, maka semua larangan ihram mulai berlaku, dan ibadah pun resmi dimulai.
2. Mandi Sebelum Ihram
Sebelum mengenakan pakaian ihram, sunnah bagi setiap muslim untuk mandi terlebih dahulu. Tujuannya adalah untuk membersihkan diri lahir dan batin sebelum memasuki ibadah suci. Baik laki-laki maupun perempuan, termasuk yang sedang dalam keadaan haid, disunnahkan melakukan mandi ihram.
Tindakan ini bukan hanya soal kebersihan fisik, tetapi juga simbol kesiapan spiritual. Dengan mandi ihram, seorang jamaah diharapkan telah membersihkan dirinya dari segala kotoran dan dosa, serta siap memulai perjalanan ibadah dengan hati yang bersih.
3. Menggunakan Wewangian
Sebelum mengenakan pakaian ihram, Rasulullah SAW menganjurkan untuk memakai parfum atau wewangian. Aisyah RA meriwayatkan,
“Aku memakaikan wangi-wangian kepada Nabi untuk ihramnya sebelum berihram, dan halalnya sebelum thawaf di Ka’bah.” (HR Bukhari no. 1539)
Wewangian hanya boleh digunakan sebelum niat ihram diucapkan. Setelah memasuki keadaan ihram, penggunaan parfum menjadi salah satu hal yang dilarang. Oleh sebab itu, penting untuk memperhatikan waktu penggunaannya agar tidak melanggar ketentuan sunnah.
4. Memakai Pakaian Ihram
Pakaian ihram memiliki makna kesederhanaan dan kesucian. Untuk laki-laki, ihram terdiri dari dua lembar kain putih tanpa jahitan—satu disarungkan di bawah pinggang dan satu lagi diselendangkan di bahu.
Sedangkan bagi perempuan, ihram berarti mengenakan pakaian yang menutup aurat secara sempurna tanpa menutupi wajah dan telapak tangan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Hendaklah salah seorang di antara kalian berihram dengan menggunakan sarung dan selendang serta sepasang sandal.” (HR Ahmad)
Pakaian ihram ini melambangkan persamaan di hadapan Allah SWT dan melepaskan segala perbedaan duniawi yang melekat pada diri seseorang.
5. Shalat Sebelum Ihram
Sunnah berikutnya adalah melaksanakan shalat sebelum niat ihram. Rasulullah SAW melakukan hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis:
“Rasulullah SAW shalat di masjid Dzulhulaifah, kemudian menunggangi unta kesayangannya. Ketika sampai di Al-Baida’, beliau berihram untuk haji.” (HR Muslim)
Pelaksanaan shalat ini biasanya dilakukan dengan shalat sunnah dua rakaat setelah wudhu atau bertepatan dengan waktu shalat fardhu. Tujuannya agar hati lebih tenang dan niat menjadi lebih mantap.
6. Melafalkan Talbiyah
Talbiyah menjadi bagian penting dari tata cara ihram karena merupakan seruan penghambaan kepada Allah SWT. Bacaan talbiyah berbunyi:
لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ، لَا شَرِيْكَ لَكَ
“Ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu. Segala puji, nikmat, dan kerajaan adalah milik-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu.” (HR Bukhari)
Lafal ini diucapkan dengan suara yang lembut dan penuh penghayatan. Tidak dianjurkan untuk melafalkannya secara berjamaah atau dipimpin oleh satu orang. Namun, jika pelafalan bersama terjadi tanpa sengaja, hal itu diperbolehkan.
Larangan-Larangan Selama Ihram
Agar ibadah tetap sah dan sempurna, jamaah harus memahami larangan ihram. Untuk laki-laki, dilarang mengenakan pakaian berjahit, sepatu tertutup, dan menutupi kepala. Sementara perempuan dilarang menutup wajah dan mengenakan sarung tangan.
Baik laki-laki maupun perempuan juga dilarang:
- Menggunakan parfum setelah berihram,
- Memotong kuku atau rambut,
- Berburu atau membunuh hewan darat,
- Melakukan hubungan suami istri, serta
- Melakukan perbuatan dosa seperti bertengkar atau berkata kotor.
Larangan ini bertujuan untuk menjaga kesucian ibadah dan menumbuhkan rasa rendah hati, disiplin, serta keikhlasan di hadapan Allah SWT.
Penutup
Demikianlah panduan lengkap mengenai tata cara ihram sesuai ajaran sunnah. Ihram bukan hanya awal dari ibadah haji dan umrah, melainkan simbol penyucian diri dan ketaatan kepada Allah SWT.
Keutamaan melaksanakan setiap langkah ihram sesuai tuntunan Rasulullah SAW—mulai dari niat, mandi, berpakaian, hingga melafalkan talbiyah—seorang muslim akan memperoleh pengalaman spiritual yang mendalam.
Semoga penjelasan ini membantu Anda memahami makna dan pelaksanaan ihram secara benar. Persiapkan diri dengan ilmu, niat yang tulus, serta hati yang bersih agar ibadah haji dan umrah Anda diterima dengan sempurna oleh Allah SWT.
Sebagai agen biro perjalanan umroh Jogja, Rawda Travel menawarkan berbagai pilihan paket untuk Anda, seperti umroh plus Turki Jogja dan umroh plus Dubai Jogja. Rawda Umroh telah memiliki izin resmi dan melayani berbagai jamaah dari seluruh Indonesia. Testimoni positif yang diterima oleh Rawda adalah bukti dari kepercayaan dan kualitas layanan yang diberikan kepada masyarakat.
Baca Juga: Simak Keutamaan Berdoa di Multazam, Tempat Doa Mustajab









