Bagaimana wanita umroh tanpa mahram apakah boleh? Simak penjelasannya berikut ini tentang hukum wanita umroh tanpa mahram menurut syariat Islam.
Umroh merupakan ibadah sunnah yang dianjurkan dalam agama Islam bagi yang mampu serta pelaksanaannya dapat kapan saja sepanjang tahun. Menunaikan ibadah umroh sangat diidamkan oleh umat Muslim termasuk wanita.
Umroh tidak hanya menawarkan kesempatan untuk mendapatkan pahala, namun juga memberi pengalaman spiritual yang mendalam. Meskipun demikian seringkali muncul pertanyaan bagi umat muslim apakah wanita umroh tanpa mahram diperbolehkan?
Dalam hal ini, banyak yang masih bingung tentang persyaratan mahram bagi wanita yang ingin menjalankan ibadah umroh. Berdasarkan hukum Islam dan fatwa dari para ulama, aturan ini memiliki pandangan yang berbeda tergantung pada mazhab yang dianut.
Penjelasan tentang Mahram
Sebelum jauh membahas tentang wanita umroh tanpa mahram, lebih baik untuk mengerti definisi dari mahram. Mahram berasal dari kata harama yang berarti mencegah bentuk mashdar atau diharamkan atau dilarang.
Kata mahram secara istilah memiki makna orang yang haram, dilarang, atau dicegah untuk dinikahi. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mahram berarti orang yang masih termasuk sanak saudara dekat karena keturunan, sesusuan, atau hubungan perkawinan sehingga tidak boleh menikah diantaranya.
Mahram juga diartikan bahwa orang laki – laki yang dianggap dapat melindungi perempuan yang akan melakukan ibadah haji atau umroh bisa suami, anak laki – laki, dan sebagainya.
Lalu bagaimana jika belum menikah dan memiliki anak kemudian menunaikan umroh atau haji? Siapa mahramnya. Lebih jauh bagi perempuan memang ada aturan yang mengatur pelaksanaan umroh dengan mahram.
Baca Juga: Menikah di Tanah Suci, Langkah Menikah Saat Menunaikan Umroh
Hukum Umroh bagi Wanita Tanpa Mahram

Pernyataan mengenai wanita umroh tanpa mahram sebenarnya bukanlah suatu bahasan hal yang baru di kalangan masyarakat. Banyak yang bertanya-tanya apakah wanita diperbolehkan untuk melakukan perjalanan ibadah umroh tanpa adanya pendamping mahram (laki-laki yang tidak bisa menikah dengannya).
Dalam pandangan mayoritas ulama, hukum wanita umroh tanpa mahram sangat tergantung pada pendapat madzhab tertentu. Beberapa ulama mengharuskan wanita yang ingin melakukan perjalanan jauh, termasuk umroh, untuk selalu ditemani oleh mahramnya.
Wanita umroh harus didampingin mahram telah dijelaskan dalam Hadits Riwayat Bukhari Muslim bahwa:
لا تُسَافِرِ المَرْأَةُ إلَّا مع ذِي مَحْرَمٍ، ولَا يَدْخُلُ عَلَيْهَا رَجُلٌ إلَّا ومعهَا مَحْرَمٌ، فَقالَ رَجُلٌ: يا رَسولَ اللَّهِ إنِّي أُرِيدُ أنْ أخْرُجَ في جَيْشِ كَذَا وكَذَا، وامْرَأَتي تُرِيدُ الحَجَّ، فَقالَ: اخْرُجْ معهَا
Artinya :“Seorang wanita tidak boleh melakukan safar kecuali bersama mahramnya. Dan lelaki tidak boleh masuk ke rumahnya kecuali ada mahramnya”. Maka seorang sahabat berkata: “wahai Rasulullah, aku berniat untuk berangkat (jihad) perang ini dan itu, sedangkan istriku ingin berhaji”. Nabi bersabda: “temanilah istrimu berhaji” (HR. Bukhari dan Muslim).
Dari hadis ini, berpendapat bahwa perjalanan jauh seperti umroh memang membutuhkan mahram sebagai bentuk perlindungan dan keamanan bagi wanita.
Namun, ada pula pandangan yang lebih fleksibel, terutama dalam konteks ibadah umroh yang sekarang sudah lebih mudah diakses dengan adanya transportasi yang aman dan fasilitas yang memadai. Pandangan ini bahwa wanita bolem menunaikan umroh tanpa mahram dengan syarat ditemani dengan orang – orang terpercaya dan aman dari fitnah.
Pandangan lain juga menjelaskan bahwa wanita wajib ditemani mahram saat menjalankan ibadah umroh atau haji. Jika tidakada mahram maka ditemani oleh orang – orang yang dipercaya. Hal ini tercantum dalam hadits Riwayat Bukhari bahwa:
بينا أنا عند النبي صلى الله عليه وسلم إذ أتاه رجل فشكا إليه الفاقة ثم أتاه آخر فشكا قطع السبيل فقال : يا عدي هل رأيت الحيرة ؟ قلت : لم أرها وقد أنبئت عنها . قال : فإن طالت بك حياة لترين الظعينة ترتحل من الحيرة حتى تطوف بالكعبة لا تخاف أحدا إلا الله ، قال عدي : فرأيت الظعينة ترتحل من الحيرة حتى تطوف بالكعبة لا تخاف إلا الله
Artinya :“Ketika aku berada bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, tiba-tiba datang seorang laki-laki mengadu kepada Rasulullah tentang kefakirannya, dan seorang lagi mengadu bahwa ia kehabisan bekal. Beliau lalu bersabda: “Wahai Adi, apakah kamu melihat Al-Hairah? Aku berkata: “Aku tidak melihatnya padahal telah aku cari”. Beliau lalu bersabda: “Apabila kamu panjang umur, maka kamu akan melihat seorang wanita melakukan perjalanan dari Al-Hairah sampai ia thawaf di Ka’bah, ia tidak takut apapun kecuali Allah”. ‘Adi bin Hatim berkata: “Lalu saya melihat seorang wanita berangkat dari Al-Hairah sampai ia thawaf di Ka’bah, dan ia tidak takut kecuali kepada Allah” (HR. Bukhari).
Baca Juga: Adzan yang Mengalun Sepanjang Waktu Tidak Pernah Terhenti
Pendapat Mazhab-mazhab Fikih Tentang Wanita Umroh Tanpa Mahram
Perbedaan pandangan mengenai wanita umroh tanpa mahram juga muncul karena perbedaan pemahaman. Terdapat empat pandangan mazhab tentang umroh tanpa mahram bagi wanita. Berikut ini empat madzhab tersebut.
1. Madzhab Syafi’i
Wanita umroh tanpa mahram menurut madzhab Syafi’i bahwa mengharuskan wanita untuk selalu didampingi mahram ketika melakukan perjalanan jauh, termasuk ibadah umroh. Mazhab Syafi’i berpegang pada prinsip bahwa perjalanan yang ditempuh seorang wanita harus selalu ada mahram yang menyertainya, sebagai bentuk menjaga kehormatan dan keamanan wanita selama perjalanan.
Mazhab Syafi’i memperbolehkan wanita untuk umroh tanpa mahram jika bersama wanita – wanita yang terpercaya dalam kondisi aman. Syarat yang diperlukan ialah adanya suami atau wanita lain yang dapat dipercaya untuk menjamin keselamatan dalam perjalanan pergi dan pulang.
2. Mazhab Hanafi
Wanita umroh tanpa mahram menurut madzhab Hanafi adalah wanita diperbolehkan melakukan perjalanan umroh seperti umroh tanpa mahram selama perjalanan tersebut dilaksanakan dengan aman dan terjamin.
Jika tidak ada mahram maka tidak diwajibkan melaksanakan ibadah umroh atau haji secara langsung namun boleh diwakilkan kepada orang lain. Madzhab Hanafi menganut bahwa perjalanan jauh yang mencapai tiga hari atau lebih memerlukan mahram sebagai syarat syar’i. Madzhab ini menekankan aspek keamanan dan perlindungan wanita dalam perjalanan.
3. Mazhab Hanbali
Wanita umroh tanpa mahram menurut madzhab Hanbali bahwa mengharuskan wanita ditemani mahram apabila melakukan perjalanan jauh. Jika tidak ada mahram maka wanita tidak boleh melaksanakan ibadah umroh dan tidak sah bepergian sendiri. Madzhab Hanbali mengedepankan menjaga keselamatan dan kehormatan wanita diperjalanan
4. Mazhab Maliki
Wanita umroh tanpa mahram menurut madzhab Maliki bahwa wanita diberikan kelonggaran untuk umroh tanpa mahram dengan syarat bahwa ia pergi bersama rombongan besar dan terpercaya dalam suasana aman.
Perjalanan ibadah umroh bagi wanita tanpa mahram memang menjadi topik yang sering diperdebatkan. Sebagian ulama mengharuskan keberadaan mahram untuk wanita yang akan melakukan perjalanan jauh, termasuk umroh.
Namun, ada pula pandangan yang memperbolehkan wanita untuk berangkat umroh tanpa mahram, asalkan ada beberapa syarat yang terpenuhi, seperti keamanan perjalanan dan keberadaan kelompok wanita lainnya.
Apapun pandangan yang diambil, yang terpenting adalah niat yang tulus dalam melaksanakan ibadah umroh dan mematuhi segala peraturan yang berlaku demi menjaga keselamatan dan kesucian ibadah itu sendiri.
Jadi, bagi wanita umroh tanpa mahram, pastikan untuk selalu mempertimbangkan berbagai aspek, baik dari segi hukum Islam, kenyamanan, dan keselamatan selama perjalanan. Semoga setiap perjalanan ibadah yang dilakukan dapat memberikan keberkahan dan diterima di sisi Allah SWT.
Bagi Anda seorang wanita yang akan menunaikan ibadah umroh tentunya wajib memilih biro terbaik. Biro terbaik yang telah berhasil membantu jamaah dalam menunaikan ibadah umroh ke tanah suci dengan aman dan nyaman adalah Dewangga Umroh Jogja.
Biro ini berpengalaman mengantarkan jamaah ke tanah suci dengan layanan memuaskan dibuktikan oleh testimoni jamaah. Selain pelayanan yang terbaik, umroh Jogja juga memberikan fasilitas terbaik untuk para jamaah.
Biro umroh Jogja menawarkan berbagai paket terbaik seperti paket umroh reguler, paket umroh plus Turki Jogja, dan umroh plus Dubai Jogja yang dapat disesuaikan dengan budget.
Umroh nyaman, aman, dan mabrur umroh bersama Dewangga umroh Jogja solusi perjalanan ke tanah suci.









